pengertian kepada orang lain itu memang kadang membutuhkan yang namanya pengorbanan, dalam hal mendidikpun demikian, khususnya dalam hal kessabaran mendidik anak yang kiranya acap kali membuat seorang pendidik sendiri geram. semua itu merupakan ujian bagi pendidik agar lebih mengasah kesabaranya dalam mendidik peserta didiknya. hendaknya pendidikpun harus benar-benar memberi contoh yang baik kepada peserta didiknya, jangan hanya bicara kemudian melanggar apa yang dikatakannya, tentunya hal ini akan mengurangi wibawa dari seorang guru itu sendiri. dilapangan kita sering menemukan beberapa hal yang menurut kami tidak pas sebagai seorang pendidik. meskipun diluar pembelajaran, seorang pendidik haruslah menjadi tauladan yang baik bagi peserta didiknya. apa lagi mereka yang memang bertetangga dengan guru dalam hal bermasyarakat.
seorang guru haruslah luwes dalam segala hal, dan diharapkan multi talent, khususnya dimasyarakat desa, seorang guru adalah orang yang paling disorot oleh masyarakat, walaupun hanya guru GTT (guru tingak-tinguk) kata banyolan. tetap akan menjadi sesuatu yang dihormati dan diikuti oleh tatanan masyarakat. memang berat apa yang hendak kita lakukan, namanya saja mengajar, menjadi guru atau uswah, mengapa harus menuntut dengan istilah bayaran. sungguh seperti orang yang menunggu sesuatu yang tidak pasti. mengapa harus demikian, mengapa tidak ada yang lain.
niatan dari awal adalah mencari rizki serta mencari belajar kembali demi masa depan negeri dan juga menjaga ilmu yang pernah dipelajari.
bagaimana yang harus dilakukan oleh seorang guru mereka mayoritas berpihak pada masa depan negeri ini. ternyata masih banyak guru yang rela untuk mengorbankan apa yang menjadi tujuan negeri ini. disisi lain ada pihak yang memang memanfaatkan figur guru hanya untuk sampingan mencari uang bukan untuk membangun negeri ini. mereka yang memiliki demikian, enggan melakukan kewajibannya sebagai guru, namun ketika mendengar bayarannya tidak turun dia akan marah-marah dan menyalahkan pemerintah, aku benar-benar belajar dari 0 untuk mengatakan itu semua. dirasa jika dibandingkan dengan pekerjaan yang lain memang sangat membuat diri saya iri dengan mereka yang hanya lulusan SMA dapat membahagiakan orang tuanya denga materi yang mereka dapat, beda halnya guru yang belum negeri, mereka belum mampu untuk mendapatkan itu semua, boro-boro untuk mengasihkan sesuatu untuk orang tua dari hasil yang mereka dapat dari sekolahan. bayangkan saja uang Rp.150.000/bulan apa cukup untuk biaya hidup. ditambah lagi kesehariannya yang memang membutuhkan lebih dari itu semua. bagaimana tidak iri dengan pekerjaan lain dibanding dengan pekerjaan Guru GTT.
SD NEGERI 2 LANGSE
KARANGSAMBUNG KEBUMEN
Saturday, May 9, 2015
Sunday, June 29, 2014
coba pertama
sekolah SDN 2 langse adalah sekolah yang mempunyai beberapa siswa yang hebat, diantaranya mereka mampu menyaingi peserta lomba mapsi se Kecamatan karangsambung. kawasan karangsambung membuat peserta didik semakin dewasa dan mengerti dengan keadaan alamnya yang
Subscribe to:
Posts (Atom)









